Kamis, 15 Mei 2008

Sajadah

Seringkali kita bersatu di tengah malam sunyi
di saat manusia lain tenggelam dalam pulasnya tidur
ketika laron-laron telah kehilangan suara

Kau bawa aku bertemu
dengan-Nya melihat kembali jejeran hari yang terlalui

Dalam sujud panjang aku termangu penuh haru
hingga air mata menetes tak terasa
merenungi nasib
dan persiapan diri untuk bekal suatu hari nanti
bekal perjalanan amat panjang
dan melelahkan

Dengannya, aku bicara lewat doa-doa panjang

terbaca tanpa suara
mata terpejam lama tak berkedip

Ia menjadi saksi bila aku masih
di sini
saban malam menemukan diri

yang hilang dalam kehidupan fana

Darussalam, 5 September 2002

Tidak ada komentar: