Seringkali kita bersatu di tengah malam sunyi
di saat manusia lain tenggelam dalam pulasnya tidur
ketika laron-laron telah kehilangan suara
Kau bawa aku bertemu
dengan-Nya melihat kembali jejeran hari yang terlalui
Dalam sujud panjang aku termangu penuh haru
hingga air mata menetes tak terasa
merenungi nasib
dan persiapan diri untuk bekal suatu hari nanti
bekal perjalanan amat panjang
dan melelahkan
Dengannya, aku bicara lewat doa-doa panjang
terbaca tanpa suara
mata terpejam lama tak berkedip
Ia menjadi saksi bila aku masih
di sini
saban malam menemukan diri
yang hilang dalam kehidupan fana
Darussalam, 5 September 2002
Kamis, 15 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar