Rabu, 04 Juni 2008

Hapuslah Air Matamu, Sobatku!

Tadi malam, mataku begitu lelah. Jujur aku tak mampu membaca lagi sekian buku-buku yang kubawa pulang dari Bekasi. Selepas shalat Magrib, makan malam hingga azan Isya tiba. Aku sholat Isya dan ngaji beberapa ayat Al-Qur'an. Ini kebiasaan ku menjelang tidur dan selepas Shubuh. Di atas meja, tumpukan buku baru itu justru menatapku bisu. Mungkin dia tersenyum, 13 buku baru hanya baru kubaca daftar isi saja.

Semalam, jiwaku merintih. Sebuah pesan yang masuk ke selulerku. Sebuah pesan darinya itu baru kubaca hampir 1 jam kemudian. Aku baru terjaga dan kubalas dengan singkat saja. Mata terpejam lagi karena memang baru tadi magrib aku ke dokter mata. Inderaku yang satu ini sakit, terasa perih dan berkedip-kedip terus. Yach, ini kesalahanku. Terlalu memaksa diri selama ini.

Paginya, jam 07.10 aku sudah berangkat, menuju Grand Nanggroe Hotel karena di sana ada Konsultasi Publik Rancangan Qanun Kesehatan Aceh. Kegiatan ini kerjasama GeRAK Aceh dengan HSP-USAID. Dalam kesempatan ini, aku curi waktu untuk sms-san lagi, dengannya. Ya, sambil menunggu peserta datang semua.

Ternyata, mimpiku yang begitu sedih dan bercampur bahagia...sedangkan di sana, dia menangis dan tak mampu pejamkan mata hingga menjelang shubuh! Aku terkejut dengan kabar itu. Aku hanya berharap dirimu tak apa-apa, semoga dirimu baik-baik saja. Aku minta dengan hati tulus. Simpanlah semua itu hingga suatu waktu kita akan bersatu. Hapuslah air matamu, temanku!

Dan sebentar lagi aku akan hubungi dirimu, sobat. Karena bada Magrib nanti, aku bersama Team HSP-USAID akan berangkat ke Calang lagi. Dan kemungkinan aku juga akan menjadi narasumber di Meulaboh juga. InsyaAllah, Sabtu ini aku akan kembali, di sini. Banda Aceh.

Temanku, aku mengerti makna air matamu!

Banda Aceh, 4 Juni 2008 : 15.55 WIB

Tidak ada komentar: