Selasa, 17 Juni 2008

Semoga Aku Mampu!

Hari demi hari kulewati dengan semangat baru, meski kadang aku terombang-ambing dalam kebimbangan. Tapi inilah kehidupan. Sebuah perjalanan merintis masa depan. Kadang jalannya berliku. Tak jarang posisi kita berada di bawah, terjal dan hampir jatuh...."Namun, kata teman saya, "meski kadang kita turun, naik dan jalannya itu berliku-liku, tetapi sebenarnya kita sedang menuju ke puncak!" Kata-kata itu menancam kuat, tak goyah, dalam relung hati ini. Aku renungkan begitu lama, dan akhirnya aku menilai bila kata-kata itu begitu bermakna. Benar dan membutuhkan daya tahan, kesabaran yang tak mengenal waktu.

Namun, aku juga manusia, termasuk Anda juga mungkin merasakan hal yang sama. Harapan tak seindah mimpi. Itu pasti. Keadaaan di sekitar kita sering juga tak seperti rencana-rencana di atas kertas. Dan kekuatan kita sebenarnya adalah sejauhmana kita mampu beradaptasi untuk mengatasi perubahan yang datang tiba-tiba? Sekuat apa kita mampu menahan hantaman dan gejolak lingkungan sekitar kita itu? Ketahuilah, ketangguhan itulah yang membedakan kita dengan orang lain!

Karena itu pula, saya ingin mengajak Anda untuk mencoba dna terus mencoba dalam hidup. Sepanjang itu tak melanggar aturan Allah SWT, mengapa kita mesti takut dengan kegagalan? Bahkan semangat hidup kita yang menoton, menerima keadaan yang sebenarnya kita mampu berbuat lebih banyak, telah merusak potensi keberhasilan yang sejatinya dapat kita raih. Semoga aku dan kita semua mampu.

Banda Aceh, 17 Juni 2008 : 17.52 WIB

1 komentar:

Alwin Khafidhoh mengatakan...

Bang, coba deh search di google. Sang Murabbi. ada cuplikan film yang menyentuh. Tentang hakikat perjuangan dan bagaimana seorang pejuang menapaki jalan perjuangannya