Sebulan terakhir, aku sepertinya terjebak dengan rutinitas yang sulit aku keluar dari kukungan itu. Tiada kreativitas baru yang kulakukan. Tugas kantor yang saban hari menguji nyaliku. Bahkan, tugas lain sempat kuboyong ke Medan sambil mengikuti sebuah workhop monitoring parlemen di sana, pekan lalu. Tapi alhamdulillah aku dengan dukungan teman-teman yang lain mampu menuntaskan semua ini dengan hasil yang tidak mengecewakan. Meski aku kadang harus menghela nafas panjang!
Dan tak lama lagi, bulan suci akan tiba. Semoga di bulan suci tersebut aku menjadi lebih baik. Bantu aku ya Rabb..
Banda Aceh, 22 Agustus 2008 : 17.25 WIB
Jumat, 22 Agustus 2008
Minggu, 10 Agustus 2008
Di Ujung Sajadah Tua..!
Aku masih di sini, berjibaku dengan segala masalah. Segala kekakuan, keegoan dan entah apa lagi aku harus menyebutnya. Sering pula, kepenatan yang muncul, meradang dalam long term memory-ku! Serba salah jadinya. Aku berjalan tak seperti kesanggupanku tempo doloe. Aku samakin kaku? Entahlah, aku tak bisa memberimu jawaban lagi. Aku tak tahu harus jawab apa! Aku tak mengerti bagaimana pula agar mampu membaca semua ini. Semua keadaan yang datang dan menghampiriku tiba-tiba. Kemudian yang hadir hanyalah air mata. Saban malam, di ujung sajadah tua yang tak bisa bicara. Hanya aku yang selalu mengajaknya agar memahami suara kepedihan sukma ini. Tetapi, hanya Engkau yang tahu ya Rabb..kegelisahan hatiku, tentang segalanya, termasuk dirinya..!
Banda Aceh, 10 Agustus 2008 : 16.12 WIB
Na Tinta
Jumat, 08 Agustus 2008
Jika Waktu Masih Tersisa
Jika waktu masih tersisa
aku ingin ucapkan selamat kepada terjangan ombak di pantai
karena ia tak pernah putus asa mengikis batu karang
Jika waktu itu mau tahu
aku masih butuh kehadirannya
mempersiapkan segal kekuatan merajut hari esok merebut senyumannya
Waktu, aku menegejar bayangan tak bermakna
sia-sia terbuang percuma
Andai waktu masih ada
akan kutanya mengapa dunia begini jadinya
berjalan tanpa mengingat hari kemudian
ketika semua mahluk dibangkitkan
Masih tersisa
bukan waktu melainkan bekas kepedihan masa lalu
tak cukup waktu mengobatinya
sebab waktu tak lagi ada
merestui perjalanan hidup ini
(Darussalam, 3 September 2002)
Banda Aceh, 8 Agustus 2008 : 18.01 WB
Langganan:
Postingan (Atom)