Rabu, 03 September 2008

Kemunafikan Dalam Tubuhku

Bulan suci ini tiba. Mengetuk kebekuan jiwaku yang selama ini sulit berlari dari berbagai warna kehidupan. Aku sadari, bila aku masih "munafik". Aku belum mampu, benar-benar berkuasa, untuk membebaskan diri ini dari segala prilaku kemunafikan itu. Aku tak dapat bersembunyi dari itu semua. Kadang aku menangis meminta ampunan dosa pada-Mu, tapi di lain waktu aku kembali bersetubuh dengan dosa dan dosa! Aku malu pada Engkau.

Karena itu pula, aku ingin dengan Ramadhan tahun ini, aku kembali berjuang untuk mengikis kemunafikan yang ada. Meskipun karatan yang mampu kusingkirkan masih jauh dari harapanku. Aku hanya mampu berusaha, berdoa dan bertaqwakal atas jalan-jalan yang telah kulalui. Saban waktu menghantam naluri kemunafikan itu. Kepada-Mu yang Rabb..diri ini berserah diri!

Biarlah aku sendiri yang "mendeklarasikan diri ini bila aku belum bisa disebut sebagai pribadi yang bebas dari kemunafikan. Ya Allah, bantu aku untuk sembuhkan penyakit jiwa ini. Karena aku sadar, kemunafikan adalah teroris hati yang menjadi topeng, membuat kebohongan, kepalsuan, dusta-dusta, yang pada akhirnya mengumpulkan dosa-dosa, sebagai beban yang memeberatkanku di akhirat kelak. Aku mohon bimbingan-Mu ya Rabb. Bersama Ramadhan aku mencoba merintis diri, mengobati hati, jiwa dan raga dari kemelut kemunafikan ini.

Banda Aceh, 3 September 2008 : 15.58 WIB