Jumat, 31 Oktober 2008

Pasrah

Sendiri. Hidup memang sepi, tetapi aku menikmati semua itu dengan cinta yang kupunya. Jiwa yang kupunya tentu mengeluh. Saban malam, hitungan menit bahkan jam sekalipun kian bergerak lamban. Aku terbangun..! Hampa tiada sesuatu yang dapat sejukkan hati, kecuali bersujud untuk-Mu ya Rabb!

Malam dan hari, Oktober segera berakhir. Aku kandas dalam banyak hal. Namun aku yakin aku masih punya harapan. Sekian harapan itu juga telah membuatkan tersenyum lega. Secuil prestasi kecil kuraih jua. Seperti embun pagi yang ingin saban hari menanti mentari, meski kemudian hilang karenanya. Suatu saat aku akan "hilang", setelah semuanya usai kuberikan, untuk..mu! Takdir-Mu ya Rabb akan menjawab semua misteri ini.

Aku yakin, mungkin itulah yang terbaik untuk seorang Abdullah Abdul Muthaleb.

Lorong Durian 7, 31 Oktober: 17.42 WIB


Na Tinta