Sabtu, 15 November 2008

206 : Grand Nanggroe Hotel

Jangan bunuh aku dengan kata-kata, janji tanpa makna kejujuran di hati. Aku ingin hidup dengan jiwa nan tulus. Apa adanya.

Malam ini, aku sendiri di kamar 206. Besok pagi hingga tanggal 19 November 2008 mendatang, GeRAK Aceh menyelenggarakan training Advokasi Kasus Korupsi dan Refleksi Gerakan Anti Korupsi di Aceh. Sebagian teman-teman dari daerah sudah tiba, sebagiannya lagi masih dalam perjalanan menuju Banda Aceh.

Sambilan kuperiksa kembali persiapan untuk training besok, beberapa sms darinya kuterima. Dan tiba-tiba handphone kehabisan baterai. Entah mengapa, tiba-tiba sukma ini membisikkan sesuatu, gelisah dan tanda tanya menyeruak dalam dinding naluri ini. Semoga aku yang salah dengan perasaan ku ini. Beberapa lama kemudian, aku kembali membalas smsnya...dan "tolong bangunkan aku bila dirimu terjaga jam 03.00 atau 04.00 dinihari nanti. Aku ingin berjumpa dengan Nya, melalui sujud-sujud panjang".

Senin hingga Jumat mendatang, aku memang mesti bergabung lagi dengan Pusat Studi Gender (PSG) Unsyiah untuk melakukan training di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi NAD. Sebelumnya, dari Senin hingga Jumat kemarin, hal yang sama juga telah kami lakukan di Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi NAD. Training ini dalam rangka Studi Pengarusutamaan Gender di Sektor Pertanian di Aceh. Aku diminta untuk terlibat dalam tim PSG Unsyiah, khusus bidang gender budgeting. Setelah dinas tersebut, masih ada dua dinas lagi yang harus kami lalui bersama. Tentu, aku harus berbagi waktu : antara tanggung jawab di lembaga dengan kerja-kerja pribadiku di PSG Unsyiah.

Karena itu pula, beban kerjaku membengkak. Antara kewajiban di kantor dengan kewajiban kerja-kerjaku di luar ”sana”.

Lelah, malam ini hatiku menangis, Abby!

Grand Nanggroe Hotel : 15 Nov 2008, 23:28 WIB