Terasa hari tiada tepi. Tugas terus menumpuk dalam agenda. Semuanya adalah kewajiban yang harus dituntaskan dengan baik. Selain tugas kantor, juga tugas lain, yang posisinya adalah kepercayaan ekternal, pihak luar, untuk aku dapat terlibat didalamnya. Dalam waktu dekat, semua itu semakin membuatku lelah. Aku jenuh, tetapi semua ini harus membuatku mampu. Meski kadang, aku hanya tidur 3 sampai empat jam dalam kurun 24 jam.
Tubuh terasa begitu lemah. Pikiran juga juga habis, keluh dan mengeluh. Lagi-lagi, aku mesti rebahkan diri untuk menerima semua ini dengan hati yang gembira. Karena inilah duniaku!
Aku berharap dirimu dapat memahami semua ini. Aku akui, bila seringkali aku disibukkan dengan semua tanggungjawab dan dunia kerja ku. Semoga, dalam ruang waktu yang tersisa, aku masih bisa berbuat, membantumu dengan baik. Aku berusaha begitu, meski..yach..dengan hasil yang tidak maksimal. Maafkan aku...!
Tadi malam, aku kehilangan harapan. Tiada mimpi dalam tidur 3,5 jam saja.
Na Tinta, 19.32 WIB
Tubuh terasa begitu lemah. Pikiran juga juga habis, keluh dan mengeluh. Lagi-lagi, aku mesti rebahkan diri untuk menerima semua ini dengan hati yang gembira. Karena inilah duniaku!
Aku berharap dirimu dapat memahami semua ini. Aku akui, bila seringkali aku disibukkan dengan semua tanggungjawab dan dunia kerja ku. Semoga, dalam ruang waktu yang tersisa, aku masih bisa berbuat, membantumu dengan baik. Aku berusaha begitu, meski..yach..dengan hasil yang tidak maksimal. Maafkan aku...!
Tadi malam, aku kehilangan harapan. Tiada mimpi dalam tidur 3,5 jam saja.
Na Tinta, 19.32 WIB