Hari-hari dalam rumah 2009, pelan-pelan menutupkan pintunya,
teramat singkat yang terasa, tapi tak perlu kutertawakan diri,
atau membiarkan buliran air mata melukiskan cerita luka
memahatkan kisah di atas wajah ini.
Januari baru akan memperlihat rupanya,
dan aku masih di sini, menorehkan impian yang berantakan
setelah ratusan hari berharap
semua kandas, lesukan darah dalam nadi.
Hari-hari baru pun akan merekah
menjadi semangat biru
mengukuhkan rasa ini setelah seseorang yang hadir tiba-tiba,
bak mengetuk pintu kamarku dalam keheningan
aku membalasnya tanpa kata-kata.
Akhir tahun akan merekamkan jejak
dalam ribuah pesan yang terhapuskan
aku seperti layu penuh, air tumpah dalam gelas keraguan.
Pagi dan malam panjang, dalam warna baru bakal menjelang
ingin kutancapkan diri, berdiri kokoh seperti gunung yang menghujam
ke perut bumi paling dalam
menanti senyum (lagi), mengubahnya menjadi nyata
dalam rumah kerinduan sepanjang waktu.
Tahun baru, tahun pertaruhan dan pergumulan waktu
dari seseorang, untuk seseorang
yang datang dari ujung pulau, kini hadir menepi
Catatan ini, catatan hati seorang na tinta
untuk kehidupan dan keabadian senyuman.
31 Desember 2000
Lamgugob 7 : 14.53 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar