"Bila mata bertemu dengan mata maka akan timbul rasa kasih, bila hati bertemu hati maka akan timbul rasa sayang, tapi bila dahi bertemu dengan ujung sajadah, maka akan timbul kenikmatan bersama Ilahi Rabbi"
Aku hanya bisa diam tak berkata-kata. Tadi malam adalah malam Jum’at. Aku tak bisa pejamkan mata. Aku tak mengira semua itu terjadi. Mengapa tak bicara jujur? Aku tahu bila aku tak akan bisa meraih itu semua! Aku orang biasa. Aku sadari siapa diri ini. Aku tak bisa menyakinkan semua orang, bila aku mampu. Mengapa mesti tersenyum bila itu terpaksa?
Mataku terpejam lama. Tiba-tiba, aku sadar dari lamunan. Untuk apa aku harus memikirkan semua itu? Bukankan itu hak orang? Dimana letak hak diri ini untuk ”menggugat” semua itu? Tidak ada, sekali lagi itu bukan hak diriku.
Selama ini aku yang keliru. Aku salah menduga. Aku salah. Selamat!
Pukul 04.30 dini hari aku terjaga. Aku wudhu lalu shalat tahajjud dua rakaat. Kemudian aku ngaji sebentar sambil menunggu azan shubuh. Aku menangis!
Ya Rabb..maafkan aku!
Na Tinta, 26 Desember 2008 : 17.32 WIB