Kamis, 15 Mei 2008

Potret Suatu Waktu


Di antara lolongan anjing gila
dan kepak sayap kelelawar
menggiris kebekuan sang embun
dingin di dedaunan dengan gerimis kecil
tak tertahankan lagi
mengusap-usap butiran doa
beriringan kecemasan
kecurigaan membatu
hingga aku mati terasa saat itu

Sementara tumpukan batu-batu di taman tetap indah meski tak berparas
ia terbawa arus luapan makna
menemukan jejak langkah
jejak diri
di lautan cinta yang beriak lagi
bersama sekelumit sisa sinar bola matamu
bergerak mencari mimpi

Suatu waktu : potret senja tiada bayang-bayang
mentari beranjak mendekati cakrawala
diam suatu niscaya
ketika bicara ketinggalan makna

Sigli, 15 Juni 2003

Tidak ada komentar: